INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU 2013/2014

PERSYARATAN UMUM
1. Beragama Islam
2. Niat Ikhlas, sanggup mengaji dan belajar dengan sungguh-sungguh
3. Diantar langsung oleh orang tua
4. Memahami dan mendukung visi dan misi pesantren
5. Sanggup menetap di pesantren selama masa pendidikan
6. Sanggup menteeti semua peraturan di pesantren maupun madrassah
7. Menerima dengan ikhlas semua yang menjadi keputusan dari pesaantren dan madrasah
8. Sanggup untuk tidak membawa HP dan alat elektronik lainya
9. Tidak merokok, bebas MIRAS, NARKOBA, dan sejenisnya serta tidak bertato atau tindik
10.Sanggup diberi sanksi apabila melanggar peraturan pesantren maupun madrasah
11.Menandatangani surat perjanjian bermaterai Rp. 6000
12.Menyerahkan calon santri kepada pengasuh

PERSYARATAN KHUSUS
1. Tahun kelulusan (Ijazah) adalah tahun 2012 
2. Pendaftar maksimal berusia 13 tahun
3. Menyerahkan foto kopy ijazah dan SKHU yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar*
4. Menyerahkan foto kopy raport semester 1-11 yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar*
5. Menyerahkan foto kopy kartu NISN*
6. Menyerahkan foto kopy akte kelahiran sebanyak 2 lembar
7. Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter
8. Menyerahkan pas foto 3x4 dan 2x3 massing-masing 6 lembar
9. Menyerahkan foto kopy KTP orang tua yang masih berlaku sebanyaka 2 lembar
10.Menyerahkan  foto kopy kartu keluarga sebanyak 2 lembar
11.Mengikuti foto kopy sertifikat kejuaraan jika ada
12.Semua berkass dimasukkan kedalam map kuning untuk putra dan biru untuk putri

PENDAFTARAN TIDAK MENERIMA BERKAS ASLI MAUPUN FOTO KOPY BERKAS YANG BER TANDA * YANG TIDAK DILEGALISIR

AMALAN MENYAMBUT RAMADHAN

Tidak terasa bulan Sya’ban telah bergulir hampir separuh perjalanan. Itu artinya waktu semakin mendekati bulan Ramadhan. Sudah maklum bagi kita semua keistimewaan bulan Ramadhan. Hal ini bisa terasakan pada kehidupan di sekitar kita.Tidak hanya harga sembako yang secara perlahan tapi pasti mulai beranjak naik, tetapi juga semangat beribadah semua orang dari anak-anak hingga nenek-nenekpun semakin bertambah. Bahkan masjid dan mushalla mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih, tadarrus dan buka bersama.
Lantas apa semua amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini?
Pertama, amalan terpenting itu adalah amalan hati, yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka.
Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.
Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan".
Sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa, karena hanya di bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira. Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.
Kedua, berziarah ke makam orangtua; mengirim doa untuk mereka yang oleh sebagain daerah dikenal dengan istilah kirim dongo poso. Yaitu mengirim doa untuk para leluhur dan sekaligus bertawassul kepada mereka semoga diberi keselamatan dan berkah dalam menjalankan puasa selama sebulan mendatang. Tawassul dalam berdo’a merupakan anjuran dalam islam. Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. al-Maidah: 35).
Diriwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulallah Muhammad s.a.w ketika menguburkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau berdoa :

 اَللَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ
Artinya: Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah  Engkau ampuni ibu kandungku. (H.R.Thabrani, Abu Naim, dan al-Haitsami) dan lain-lain.
Ketiga, saling memaafkan. Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan suci, maka tradisi bersucipun menjadi sangat seseuai ketika menghadapi bulan Ramadhan. Baik bersuci secar lahir seperti membersihkan rumah dan pekarangannya dan mengecat kembali mushalla, maupun bersuci secara bathin yang biasanya diterjemahkan dengan saling memaafkan antar sesama umat muslim. Terutama keluarga, tetangga dan kawan-kawan. Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam al-Baqarah ayat 178;

 ...فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
 Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.(QS. 2:178)
Menurut sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad saw. Pernah menganjurkan agar siapa yang mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, baiknya itu menyangkut kehormatan atau apa saja, segera menyelesaikannya di dunia ini, sehingga tanggung jawab itu menjadi bebas (bisa dengan menebus, bisa dengan meminta halal, atau meminta maaf). Sebab nanti di akherat sudah tidak ada lagi uang untuk tebus menebus. Orang yang mempunyai tanggungan dan belum meminta halal ketika dunia, kelak akan diperhitungkan dengan amalnya: apabila dia punya amal saleh, dari amal salehnya itulah tanggungannya akan ditebus; bila tidak memiliki, maka dosa atas orang yang disalahinya akan ditimpakan kepadanya, dengan ukuran tanggungannya. (Lihat misalnya, jawahir al-Bukhori, hlm. 275, hadis nomer: 353 dan shahih Muslim, II/430).
Dengan kata lain, jika seseorang ingin bebas dari kesalahan sesama manusia, hendaklah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Begitu pula jika seseorang menginginkan kesucian diri guna menyambut bulan yang suci maka hendaklah saling memafkan.

Dikuti dari NU Onine

Penetapan tanggal 1 Ramadhan 1433 H

Berdasarkan keputusan pemerintah dalam sidang isbat yang diwakili Menteri Agama Suryadharma Ali menetapkan secara resmi bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012 M.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kami memutuskan dan menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1433 H  jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012,” kata Menteri Agama sambil mengetukkan palu sidang.
Untuk itu, berdasarkan keputusan tersebut MTs Sunan Pandanaran dibawah naungan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran memutuskan untuk mentaati apa yang menjadi keputusan pemerintah RI dengan memulai berpuasa pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.

PENERIMAAN SISWA BARU 2012/2013

MTs Sunan Pandanaran menerima peserta didik baru tahun ajaran 2012/2013

A. WAKTU PENDAFTARAN
     GELOMBANG I
     Mulai tanggal 27 April-07 Juni 2012
     Jam 07.00-13.00 WIB.

     GELOMBANG II.
     Mulai tanggal 08 Juni-07 Juli 2012
     Jam 07.00-13.00 WIB.

B. PERSYARATAN PENDAFTARAN 
Persyaratan Umum
1. Beragama Islam
2. Niat ikhlas dan sanggup mengaji, serta belajar dengan sungguh-sungguh
3. Diantar langsung oleh orang tua atau wali yang bertanggungjawab
4. Memahami dan mendukung Visi dan Misi Pesantren
5. Sanggup menetap di pesantren selama masa pendidikan
6. Sanggup mentaati semua peraturan dan menerima dengan ikhlas segala keputusan pesantren
7. Sanggup untuk tidak membawa HP dan peralatan elektronik lainya
8. Tidak merokok, bebas MIRAS, Narkoba, dan sejenisnya serta bebas tato dan tindik
9. Sanggup menerima sanksi apabila melanggar peraturan pesantren
10. Menandatangani Surat Perjanjian bermaterai (Rp. 6000)
Persyaratan Khusus
1. Tahun Ijazah adalah tahun 2012
2. Menyerahkan foto copy Ijazah dan SKHUN yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar
3. Menyerahkan foto copy Raport semester 1 s/d 11 yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar
4. Menyerahkan foto copi Kartu NISN yang telah dilegalisir atau Surat Keterangan NISN
5. Menyerahkan foto copy Akte Kelahiran yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar
6. Menyerahkan Surat Keterangan Sehat dari dokter
7. Menyerahkan SKKB Asli dari Sekolah/Madrasah asal
8. Menyerahkan Foto 3x4 (6 lembar) dan 2x3 (6 lembar)
9. Menyerahkan foto copy KTP orang tua yang masih berlaku (dalam lembar kertas ukuran A4)
10. Menyerahkan sertifikat prestasi yang pernah diraih
11. Maksimal usia pendaftar 13 tahun
11. Semua persyaratan dimasukkan kedalam map warna Kuning (putra) dan Biru (putri)

C. PROSEDUR PENDAFTARAN 
1. Informasi dan penjelasan program oleh panitia kepada wali santri
2. Mengisi Formulir dan menyerahkan persyaratan Administrasi
3. Pengecekan persyaratan Administrasi
4. Penjajakan kemampuan calon siswa/i baru
     meliputi: Pengetahuan standar MI/SD, kemampuan membaca dan hafalan surat pendek,   
                    kemampuan membaca kitab kuning (Safinah), 
5. Psikotes
  Bagi yang diterima dilanjutkan dengan membayar biaya pendaftaran


D. INFORMASI PENDAFTARAN
Kantor MTs Sunan Pandanaran Jl. Kaliurang Km. 12 Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman  
Yogyakarta.
Telepon: (0274) 7187778, 081392457779, 085743727779, 081328010395, 082133750430

Brosur pendaftaran dapt di download disini

BTricks